MEDAN,–
Khoirul Siregar, Eks BEM UNIVA Medan 2019 sekaligus Ketua Aliansi Pemuda, Mahasiswa, Anak Petani, dan Nelayan Sumatera Utara, mengapresiasi capaian kinerja Presiden Prabowo Subianto dalam dua tahun masa kepemimpinannya yang fokus membangun kemandirian nasional. Hal tersebut disampaikannya pada Kamis (29/10/2026).
Pemuda asal Sumatera Utara yang menimba ilmu di Medan ini menilai bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto selama dua tahun terakhir telah berhasil mendorong kemandirian nasional di berbagai sektor, khususnya swasembada pangan, energi, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Menurut Khoirul, kesejahteraan kini sangat dirasakan oleh para pemuda, mahasiswa, serta anak-anak petani dan nelayan. Nilai jual hasil pertanian yang memuaskan membuat kesejahteraan keluarga meningkat, sehingga kebutuhan biaya pendidikan anak-anak mereka untuk melanjutkan kuliah ke kota dapat tercukupi dengan baik.
"Sumatera Utara termasuk wilayah yang memiliki lahan terbesar di sektor pertanian. Artinya, anak muda dan mahasiswa Sumatera Utara harus peka terhadap kinerja program kemandirian Bapak Prabowo Subianto," ujar Khoirul.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengajak seluruh anak muda dan mahasiswa di Sumatera Utara agar tidak mudah terprovokasi oleh gerakan atau isu-isu yang berpotensi memecah belah anak bangsa.
Mengkritik dan menyampaikan aspirasi merupakan hal yang diperbolehkan, namun harus tetap berada dalam batasan yang wajar serta tidak berujung pada perusakan fasilitas umum maupun tindakan kekerasan terhadap TNI/POLRI yang sedang bertugas.
"Semangat dan tekad Bapak Presiden Prabowo Subianto perlu didukung dan diapresiasi oleh anak muda dan mahasiswa. Selama kepemimpinannya, beliau terbukti mampu mengungkap dan menyelamatkan keuangan negara hingga ratusan triliun rupiah dari mafia migas, tambang, dan mafia lainnya," tambahnya.
Ia juga berpesan agar generasi muda tidak mudah terseret dalam rencana cipta kondisi kerusuhan yang digerakkan oleh oknum-oknum tertentu untuk mengganggu jalannya program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Sejumlah Capaian Kinerja Penting yang Perlu Diapresiasi:
Pertumbuhan & Inflasi: Pertumbuhan ekonomi nasional tercatat stabil di kisaran 5%, tingkat inflasi terkendali di angka 2%, defisit APBN di bawah 3%, angka kemiskinan turun menjadi 8,47%, dan pengangguran berada di angka 4,76%.
Efisiensi Anggaran: Melakukan pengalihan dan efisiensi anggaran negara sebesar Rp300 triliun ke arah belanja yang lebih produktif.
Penegakan Hukum & Pengamanan Aset: Menindak tegas dan menyita sekitar 4 juta hektare perkebunan sawit ilegal, serta menyelamatkan potensi kerugian negara hingga mencapai Rp1.000 triliun.
Swasembada & Produksi: Mencapai rekor produksi beras dan jagung tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, di mana produksi beras nasional mencapai 33,2 juta ton dan cadangan beras pemerintah mencapai 4,2 juta ton.
Nilai Tukar Petani: Mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) tertinggi sepanjang sejarah NKRI di level 124,36.
Kemandirian Energi: Mengembangkan dan memproduksi solar B50 berbasis kelapa sawit (kandungan 50%) untuk menekan ketergantungan impor solar.
Makan Bergizi Gratis (MBG):
Menggelontorkan program Makan Bergizi Gratis yang telah menyalurkan 1,1 miliar porsi kepada sekitar 31 juta jiwa penerima manfaat.
Pendidikan: Membangun 166 Sekolah Rakyat serta merenovasi 16.111 sekolah di berbagai daerah.
Di akhir penyataannya, Khoirul mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal dan mengawasi program-program pemerintah agar berjalan dengan baik serta memberikan hasil yang optimal bagi kemajuan bangsa.(r02)

0 Komentar